Thursday , August 5 2021
Home / Skripsi Mahasiswa / UPACARA TUTUP TAUN-NGEMBAN TAUN

UPACARA TUTUP TAUN-NGEMBAN TAUN

Irfan Dwi Hartanto:
ABSTRAK
Secara antropologis, sistem kepercayaan (religi) merupakan bagian dari
kebudayaan. Dan dalam kepercayaan tersebut memiliki beberapa unsur yang satu
sama lainnya saling berintegrasi, salah satunya adalah sistem upacara atau ritual
keagamaan, sebagai ungkapan dalam bentuk lahir dari kepercayaan homo religius.
Upacara Tutup Taun-Ngemban Taun adalah sebuah bentuk upacara yang
dilakukan oleh warga masyarakat kampung Cireundeu Kelurahan Leuwigajah
Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Didalam upacara tersebut sering
menampakkan unsur dan makna religius disatu sisi serta unsur dan makna sosial
disisi yang lainnya. Permasalahan yang akan difokuskan dan dikaji dalam
penelitian ini adalah: “Upacara Tutup Taun-Ngemban Taun” (Studi Deskriptif
di Kampung Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota
Cimahi).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur dan makna religi serta
proses pelaksanaan upacara Tutup Taun-Ngemban Taun diatas. Dengan metode
yang dipergunakan adalah metode penelitian deskriptif fenomenologi. Sedangkan
data-data yang diperoleh bersumber dari penelitian lapangan secara langsung dan
penelitian terhadap literatur-literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang
akan diteliti.
Kerangka berpikir yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah
berangkat dari sebuah asumsi bahwa keyakinan seseorang terhadap sesuatu yang
dianggap absolut, akan melahirkan sebuah manifestasi. Salah satu manifestasi itu
lahir dalam bentuk perbuatan sehari hari, yang dalam bahasa agama disebut
aktifitas keagamaan yang didalamnya termasuk ritual-ritual keagamaan.
Sedangkan penelitian tentang aktivitas tersebut tidaklah difokuskan pada
pembahasan mengenai aksinya saja, tapi juga kepada makna dari aksi tersebut
yang mendorongnya untuk selalu berbuat.
Upacara Tutup Taun-Ngemban Taun ini dilaksanakan dalam rangka
memperingati pergantian tahun atau menyambut tahun baru Muharam (Saka
Jawa). Makna religi yang dapat diambil dari upacara tersebut adalah bahwa
dengan mengadakan upacara tersebut, masyarakat kampung Cireundeu Kelurahan
Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi ini meyakini akan
memperoleh perlindungan, kesejahteraan dan keselamatan dari bencana dan
marabahaya. Selain itu juga upacara tersebut telah membentuk suatu ikatan
emosional antar sesama warga yang dibingkai dalam sebuah kepercayaan yaitu
adanya sesuatu yang mengatur drama kehidupan manusia di bumi ini

Periksa juga

P_20180116_134746

Pengumuman Herregistrasi, Pembayaran UKT dan Pengajuan Cuti Semester Genap Jurusan Studi Agama-agama Tahun Ajaran 2017/2018

Assalamu’alaikum wr. wb Sehubung akan memasukinya semester genap, mahasiswa Studi Agama-agama (SAA) tahun ajaran 2017/2018 …

20161222083555_wisuda66

Pengumuman Wisuda UIN SGD Bandung ke-66

Berdasarkan Kalender Akademik tahun 2016/2017, dengan ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Wisuda …

20161228093716_herregistrasi16-17-1

Jadwal Herregistrasi, Pengajuan Cuti Kuliah Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN SGD Bandung Nomor: Un 05/1.1/PP.00.9/36/2016 tentang kalender Akademik Tahun Ajaran …

_mg_1231

Seminar Penguatan Kiprah Alumni Jurusan Studi Agama-Agama di Masyarakat

Jurusan Studi Agama-agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Penguatan Kiprah …

20140813095747_bidikmisi-uin

Daftar Penerima Beasiswa Bidikmisi Tahun Akademik 2016/2017

Berdasarkan hasil seleksi Tahap II (survai ke lokasi) Calon Penerima Beasiswa Bidikmisi UIN SGD Bandung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *